Virus Corona

Sr. Dominika Nababan, OSF
Tuhan, selamatkan kami dari Virus Corona!

Adik-adik misioner terkasih, virus corona menjadi pusat perhatian terhangat sejak dua pekan terakhir Januari 2020. Virus ini mendadak menjadi teror mengerikan bagi masyarakat dunia, terutama setelah merenggut nyawa ratusan orang hanya dalam waktu singkat.
Virus corona jenis baru yang tengah menyerang masyarakat dunia saat ini dalam istilah kedokteran disebut sebagai 2019 Novel Coronavirus (Covid-19), merupakan jenis virus yang diidentifikasi sebagai penyebab penyakit pada saluran pernapasan, yang pertama kali terdeteksi muncul di Kota Wuhan, Tiongkok.

Virus ini diketahui pertama kali muncul di pasar hewan dan makanan laut di Kota Wuhan, dijual hewan liar seperti ular, kelelawar, dan ayam. Mereka menduga virus corona baru ini hampir dapat dipastikan berasal dari ular. Diduga pula virus ini menyebar dari hewan ke manusia, dan kemudian dari manusia ke manusia. Orang pertama yang jatuh sakit akibat virus ini juga diketahui merupakan para pedagang di pasar itu.

Bagaimana gejala-gejala seseorang terinfeksi virus corona?
Dinas Kesehatan Jawa Tengah menyatakan, virus corona yang menular ke manusia bisa menyebabkan peradangan saluran pernapasan. Gejalanya nyaris mirip flu biasa. Cuma demamnya lebih tinggi di atas 38 derajat. Kemudian penderitanya mengalami sakit kepala, batuk-batuk kering, pilek, sakit tenggorokan kadang juga sesak napas dan letih.

Lima cara penularan virus corona dari manusia ke manusia lainnya:

  1. Penularan dari cairan: air dapat membawa virus dari pasien ke orang lain yang berada dalam  jarak sekitar satu meter. Air yang dimaksud biasanya berupa cairan tubuh yang keluar saat berbicara, batuk, dan bersin.
  2. Penularan dari udara: virus corona bisa menyebar dalam jarak jauh melalui udara, menular dari satu orang ke orang lainnya.
  3. Penularan melalui kontak: virus dapat menular melalui kontak langsung dengan kulit atau selaput lendir (seperti mata, lidah, luka terbuka, dan lain-lain). Transmisi juga bisa berlangsung melalui darah yang masuk ke tubuh atau mengenai selaput lendir.
  4. Penularan dari hewan: orang yang mengolah, menjual, dan mendistribusikan hewan liar yang membawa virus corona dapat tertular melalui kontak tersebut.
  5. Kontak dekat dengan pasien: keluarga, orang yang tinggal serumah, petugas medis, atau bahkan orang yang sempat berada dekat dengan pasien rentan untuk tertular.


Virus bisa mati dalam rentang waktu 5-7 hari
Menurut sumber yang sama, masa inkubasi corona paling pendek berlangsung selama 2 hingga 3 hari, sedangkan paling lama bisa mencapai 10 hingga 12 hari. Namun melihat perilaku virus corona pada penyakit lainnya, para ahli mengatakan bahwa masa inkubasi tersebut dapat mencapai waktu 14 hari. Ini adalah rentang waktu yang dibutuhkan oleh virus tersebut untuk menjangkit dan menampakkan gejala-gejala awal. Dalam masa tersebut virus corona masih bisa menular ke orang lain sehingga cukup sulit untuk mendeteksinya.

Karena itulah adik-adik, pemerintah kita baik Pemerintah maupun pemimpin Keagamaan meliburkan sekolah-sekolah, kegiatan keagamaan dan semua kegiatan yang melibatkan banyak orang. Dianjurkan supaya kita tetap tinggal di rumah, agar kita tidak terjangkit virus corona maupun menularkan virus tersebut kepada orang lain.
Pada 30 Januari 2020 virus corona telah menyebar ke 18 negara

Langkah Mencegah Penularan Virus Corona
1. Mencuci tangan dengan benar
Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus 2019-nCoV. Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku. Setelah itu, keringkan tangan menggunakan kain atau handuk bersih.

2. Menggunakan masker
Meski tidak sepenuhnya efektif mencegah paparan kuman, namun penggunaan masker ini tetap bisa menurunkan risiko penyebaran penyakit infeksi, termasuk infeksi virus Corona. Penggunaan masker lebih disarankan bagi orang yang sedang sakit untuk mencegah penyebaran virus dan kuman, ketimbang pada orang yang sehat.

3. Menjaga daya tahan tubuh
Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, adik-adik  disarankan untuk makan makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, dan makanan berprotein, seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak. Bila perlu, menambah konsumsi suplemen sesuai anjuran dokter.

4. Tidak pergi ke luar rumah atau kota
Agar tidak tertular virus ini, Anda disarankan untuk tidak bepergian ke tempat-tempat yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona atau berpotensi menjadi lokasi penyebaran coronavirus.

5. Menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan coronavirus
Coronavirus jenis baru diduga kuat berasal dari kelelawar dan disebarkan oleh beberapa hewan mamalia dan reptil. Oleh karena itu, hindarilah kontak dengan hewan-hewan tersebut.

Adik-adikku, sudah banyak korban meninggal dunia dari covid-19 ini yang mencakup seluruh dunia termasuk negara kita. Semua resah, pemerintah berusaha keras mengarahkan masyarakat kita, membeli peralatan dengan harga mahal dan obat-obatan supaya tidak banyak korban. Tetapi yang paling penting adalah, setialah tinggal di rumah meskipun membosankan. Isi dengan belajar, banyak membaca, jaga kesehatan dan kebersihan tubuh.  Kesempatan untuk banyak berdoa bersama keluarga mohon agar Tuhan mengampuni dosa-dosa manusia yang semakin jauh dari Tuhan dan berbuat dosa, dan membantu kita agar selamat dari virus ini. [Sr. Dominika Nababan, OSF]

Semoga Tuhan memberkati dan melindungi kita dari covid-19 ini.
Semoga Tuhan memperlihatkan wajah-Nya kepada kita, dan memberi kita damai-Nya.
Semoga Tuhan memberkati kita. (St. Fransiskus Asisi)
Salam missioner.

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Partisipasi Anda dalam kolom komentar.

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget