Oktober 2020

Sdr. Theofil Odenthal, lahir di kota Lippstaadt - Jerman, tanggal 05 Mei 1934, dari pasangan Ewald Odenthal dan Elisabeth Odenthal. Saat dibaptis ia diberi nama Walter Odenthal. Karena suasana perang dunia kedua, Ia menjalani pendidikan Sekolah Dasar dalam waktu delapan tahun, yakni tahun 1940 – 1948. Kemudian, Ia melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menegah Pertama, dengan langsung mengambil jurusan listrik, yakni di Sekolah Teknik Listrik dari tahun 1948 -1953. Berkat studi ini, Sdr. Walter Odenthal kelak menjadi seorang saudara yang sangat mahir dalam dunia kelistrikan. Kemudian ia melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas tahun 1953-1956. Setamat SMA, ia sempat bekerja sebagai seorang ahli listrik, sesuai dengan pendidikan yang dikecapnya. Atas rahmat panggilan Tuhan, Walter Odenthal kemudian memilih menjadi seorang Fransikan Kapusin (OFMCap). Ia memasuki novisiat di Stühlingen – Jerman, tanggal 24 April 1958, dengan mengambil nama biara Theofil. Semenjak itu, dia lebih dikenal dengan nama Sdr. Theofil Odenthal. Sdr. Theofil mengikrarkan kaul perdana pada Pesta St. Fidelis Sigmaringen, seorang martir kapusin asal Jerman, pada tanggal 24 April 1959. Karena ia memilih menjadi calon imam, ia diutus menjalani studi Filsafat pada tahun 1959-1961, dan dilanjutkan dengan studi teologi dari tahun 1961-1965. Sementara menjalani studi, Sdr. Theofil mengikrarkan kaul kekal dalam Propinsi Kapusin Rhein Westfalica – Jerman pada tanggal 24 April 1962. Kemudian ia ditahbiskan menjadi diakon pada tanggal 19 Maret 1964, dan dilanjutkan dengan tahbisan imam pada tanggal 19 Mei 1964. Seudah ditahbiskan menjadi imam, Sdr. Theofil masih meneruskan studi teologi, dan kemudian sempat menjalankan pelayanan imamat di Jerman. Sebagai persiapan keberangkatan ke tanah misi, Sibolga – Indonesia, Sdr. Theofil menjalani Kursus Kesehatan dari bulan Januari – Maret 1966 di Jerman. Dengan menggunakan kapal laut, tepat pada tanggal 02 Juni 1966, Sdr. Theofil berangkat menuju Tanah Misi, Sibolga – Indonesia. Ia tiba di Pelabuhan Belawan pada tanggal 28 Juni 1966. Selanjutnya, ia diutus ke Paroki Pangaribuan, Prefektur Apostolik Sibolga – Indonesia untuk menjalani kursus bahasa, yang dilanjutkan dengan tugas sebagai pastor rekan, dari tahun 1966-1968. Dari tahun 1968-1983, Sdr. Theofil Odenthal bertugas sebagai Pastor Paroki di Paroki St. Fransiskus Assisi Pangaribuan. Patut diingat bahwa kala itu, Paroki Pangaribuan masih mencakup Paroki St. Hilarius Tarutung Bolak dan Paroki St. Mikael – Tumba Jae aktual. Dengan kondisi geografis yang sangat luas, medan yang sangat sulit, jalan yang belum memadai dan sarana transportasi yang sangat terbatas, pastilah beliau bersama pastor rekannya berjuang dengan semangat pelayanan yang sangat tinggi. Pada tahun 1983-1987 Sdr. Theofil bertugas sebagai Pastor Paroki di Katedral St. Theresia Lisieux – Sibolga. Kala itu, Paroki ini mencakup wilayah Paroki St. Yosef – Pandan aktual. Selanjutnya, Sdr. Theofil menjadi pastor Paroki di Paroki Padangsidempuan; tepatnya dari tahun 1987-1996. Perlu juga dicatat bahwa waktu itu, Paroki Padangsidempuan juga mencakup Paroki St. Yohanes Penginjil – Pinangsori. Kemudian, tahun 1996-2013, Sdr. Theofil Odenthal bertugas sebagai Pastor Paroki di Paroki St. Mikael - Tumba Jae. Sdr. Theofil bebas dari tugas sebagai pastor paroki, saat usianya mendekati 80 tahun. Selanjutnya, beliau tinggal di Biara St. Feliks – Mela dari tahun 2013-2019, dan di Biara Yohaneum – Sibolga dari Mei 2019 sampai akhir hayatnya. Selain sebagai pastor paroki, Sdr. Theofil juga pernah sebagai anggota Dewan Imam Keuskupan Sibolga, Dekanus dan Konsultores. Dari tahun 2002 sampai akhir hayatnya, beliau merupakan bapa pengakuan para suster OSF di Pangaribuan dan beberapa komunitas lainnya. Dan semenjak tahun Januari 2018, beliau menjadi Bapak Spiritual Suster-suster St. Klara di Aek Raso – Tapanuli Tengah. Selain itu, beliau masih sangat rajin mengadakan pelayanan pastoral di berbagai paroki sebagai pastor assisten tidak tetap. Dia juga sangat gencar mempromosikan dan mendukung sistem digitalisasi data-data umat di berbagai paroki di Dekanat Tapanuli, Keuskupan Sibolga. Selama berkarya di paroki, Sdr. Theofil sangat aktif menggerakkan pemberdayaan ekonomi umat melalui pendirian Credit Union (CU). Di setiap paroki yang dilayani Sdr. Theofil CU pasti berdiri. Sesungguhnya selama hidupnya Sdr. Theofil tergolong saudara yang sangat sehat dan jarang sakit. Namun, beberapa tahun belakangan ini, tekanan darahnya kerap cukup tinggi. Selain itu, asam urat juga cukup tinggi. Selama di Yohaneum, beliau rutin mengunjungi dokter keluarga, yakni dr. Toni Giovanno Sinaga. Semuanya berjalan dengan baik. Beberapa bulan terakhir, beliau kerap mengalami batuk. Asam lambungnya kerap naik, hingga batuk juga. Untuk semua itu, ditemani oleh Sdr. Yustinus Waruwu, Sdr. Theofil kerap berobat ke dr. Toni. Dia pernah juga diinfus di Biara Yohaneum oleh suster dari Klinik St. Mikael. Namun, tidak pernah dikeluhkan penyakit yang sangat serius. Ditambah lagi karena pandemi Covid-19, ada keengganan untuk pergi ke rumah sakit, sebab sering terdengar bahwa penularan covid-19 justru sering terjadi di rumah sakit. Namun, karena rasa sesak yang tidak tertahankan, disertai oleh demam dan batuk, Sdr. Theofil dibawa berobat ke Klinik Yakin Sehat di Sibuluan pada tanggal 17 Oktober 2020. Sesudah menjalani pengobatan, beliau sempat merasa jauh lebih baik, dan kembali ke Biara Yohaneum tanggal 20 Oktober 2020. Akan tetapi, rasa sakit di perut dan di dada, demam dan batuk kambuh kembali, hingga sulit tidur sepanjang malam. Akhirnya, tanggal 21 Oktober Sdr. Theofil dibawa ke Rumah Sakit St. Elisabeth Medan. Setelah melihat gejala klinis Sdr. Theofil, dan memperhatikan rekam medik dari Klinik Yakin Sehat, pihak RS St. Elisabeth, langsung mengisolasi Sdr. Theofil, mengadakan swab test, dan menjalankan perawatan sebagai pasien terduga terpapar covid-19. Dugaan mereka sesuai dengan hasil swab test, yang keluar tanggal 22 Oktober. Selama perawatan diketahui bahwa Sdr. Theofil memiliki gangguan ginjal, tekanan darah tinggi, gangguan jantung dan asam urat. Sempat juga sangat lemas, kesadaran menurun dan mengalami kekacauan memori. Karena itu, Sdr. Theofil menerima Sakramen Pengurapan orang Sakit dari P. Alboin Simatupang Pr. Dokter mengusulkan agar dilaksanakan hemodialisis atau cuci darah. Pemasangan alat untuk hemodialisis dan hemodialisis pertama berjalan dengan baik pada tanggal 28 Oktober. Rasanya Sdr. Theofil akan lebih baik. Pada tanggal 29 Oktober saat bangun pagi dan sarapan pun semua berjalan baik. Namun, sekitar pukul 10.30 Sdr. Theofil tiba-tiba drop, dan kemudian meninggal dunia pada pukul 11.05 WIB. Sdr. Theofil, beristirahatlah dalam damai. Kata yang Saudara sering ungkapkan “Tabereng ma silang i (Mari kita lihat kayu salib)” mendapat kepenuhannya dengan kepergianmu. Saudara telah mempersatukan deritamu dengan derita Kristus di salib, dan kami berharap bahwa Salib Kristus akan menyelamatkanmu, dan menghantarmu ke surga abadi.

Sr. Dominika Nababan, OSF
Tuhan, selamatkan kami dari Virus Corona!

Adik-adik misioner terkasih, virus corona menjadi pusat perhatian terhangat sejak dua pekan terakhir Januari 2020. Virus ini mendadak menjadi teror mengerikan bagi masyarakat dunia, terutama setelah merenggut nyawa ratusan orang hanya dalam waktu singkat.
Virus corona jenis baru yang tengah menyerang masyarakat dunia saat ini dalam istilah kedokteran disebut sebagai 2019 Novel Coronavirus (Covid-19), merupakan jenis virus yang diidentifikasi sebagai penyebab penyakit pada saluran pernapasan, yang pertama kali terdeteksi muncul di Kota Wuhan, Tiongkok.

Virus ini diketahui pertama kali muncul di pasar hewan dan makanan laut di Kota Wuhan, dijual hewan liar seperti ular, kelelawar, dan ayam. Mereka menduga virus corona baru ini hampir dapat dipastikan berasal dari ular. Diduga pula virus ini menyebar dari hewan ke manusia, dan kemudian dari manusia ke manusia. Orang pertama yang jatuh sakit akibat virus ini juga diketahui merupakan para pedagang di pasar itu.

Bagaimana gejala-gejala seseorang terinfeksi virus corona?
Dinas Kesehatan Jawa Tengah menyatakan, virus corona yang menular ke manusia bisa menyebabkan peradangan saluran pernapasan. Gejalanya nyaris mirip flu biasa. Cuma demamnya lebih tinggi di atas 38 derajat. Kemudian penderitanya mengalami sakit kepala, batuk-batuk kering, pilek, sakit tenggorokan kadang juga sesak napas dan letih.

Lima cara penularan virus corona dari manusia ke manusia lainnya:

  1. Penularan dari cairan: air dapat membawa virus dari pasien ke orang lain yang berada dalam  jarak sekitar satu meter. Air yang dimaksud biasanya berupa cairan tubuh yang keluar saat berbicara, batuk, dan bersin.
  2. Penularan dari udara: virus corona bisa menyebar dalam jarak jauh melalui udara, menular dari satu orang ke orang lainnya.
  3. Penularan melalui kontak: virus dapat menular melalui kontak langsung dengan kulit atau selaput lendir (seperti mata, lidah, luka terbuka, dan lain-lain). Transmisi juga bisa berlangsung melalui darah yang masuk ke tubuh atau mengenai selaput lendir.
  4. Penularan dari hewan: orang yang mengolah, menjual, dan mendistribusikan hewan liar yang membawa virus corona dapat tertular melalui kontak tersebut.
  5. Kontak dekat dengan pasien: keluarga, orang yang tinggal serumah, petugas medis, atau bahkan orang yang sempat berada dekat dengan pasien rentan untuk tertular.


Virus bisa mati dalam rentang waktu 5-7 hari
Menurut sumber yang sama, masa inkubasi corona paling pendek berlangsung selama 2 hingga 3 hari, sedangkan paling lama bisa mencapai 10 hingga 12 hari. Namun melihat perilaku virus corona pada penyakit lainnya, para ahli mengatakan bahwa masa inkubasi tersebut dapat mencapai waktu 14 hari. Ini adalah rentang waktu yang dibutuhkan oleh virus tersebut untuk menjangkit dan menampakkan gejala-gejala awal. Dalam masa tersebut virus corona masih bisa menular ke orang lain sehingga cukup sulit untuk mendeteksinya.

Karena itulah adik-adik, pemerintah kita baik Pemerintah maupun pemimpin Keagamaan meliburkan sekolah-sekolah, kegiatan keagamaan dan semua kegiatan yang melibatkan banyak orang. Dianjurkan supaya kita tetap tinggal di rumah, agar kita tidak terjangkit virus corona maupun menularkan virus tersebut kepada orang lain.
Pada 30 Januari 2020 virus corona telah menyebar ke 18 negara

Langkah Mencegah Penularan Virus Corona
1. Mencuci tangan dengan benar
Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus 2019-nCoV. Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku. Setelah itu, keringkan tangan menggunakan kain atau handuk bersih.

2. Menggunakan masker
Meski tidak sepenuhnya efektif mencegah paparan kuman, namun penggunaan masker ini tetap bisa menurunkan risiko penyebaran penyakit infeksi, termasuk infeksi virus Corona. Penggunaan masker lebih disarankan bagi orang yang sedang sakit untuk mencegah penyebaran virus dan kuman, ketimbang pada orang yang sehat.

3. Menjaga daya tahan tubuh
Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, adik-adik  disarankan untuk makan makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, dan makanan berprotein, seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak. Bila perlu, menambah konsumsi suplemen sesuai anjuran dokter.

4. Tidak pergi ke luar rumah atau kota
Agar tidak tertular virus ini, Anda disarankan untuk tidak bepergian ke tempat-tempat yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona atau berpotensi menjadi lokasi penyebaran coronavirus.

5. Menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan coronavirus
Coronavirus jenis baru diduga kuat berasal dari kelelawar dan disebarkan oleh beberapa hewan mamalia dan reptil. Oleh karena itu, hindarilah kontak dengan hewan-hewan tersebut.

Adik-adikku, sudah banyak korban meninggal dunia dari covid-19 ini yang mencakup seluruh dunia termasuk negara kita. Semua resah, pemerintah berusaha keras mengarahkan masyarakat kita, membeli peralatan dengan harga mahal dan obat-obatan supaya tidak banyak korban. Tetapi yang paling penting adalah, setialah tinggal di rumah meskipun membosankan. Isi dengan belajar, banyak membaca, jaga kesehatan dan kebersihan tubuh.  Kesempatan untuk banyak berdoa bersama keluarga mohon agar Tuhan mengampuni dosa-dosa manusia yang semakin jauh dari Tuhan dan berbuat dosa, dan membantu kita agar selamat dari virus ini. [Sr. Dominika Nababan, OSF]

Semoga Tuhan memberkati dan melindungi kita dari covid-19 ini.
Semoga Tuhan memperlihatkan wajah-Nya kepada kita, dan memberi kita damai-Nya.
Semoga Tuhan memberkati kita. (St. Fransiskus Asisi)
Salam missioner.

Akar Rumput Katedral Sang Pejuang Cinta
Oleh: Bernadeth Mesra Wati Zai

Dipagi hari nan sejuk
Teringat dikau pujaan hatiku
Rumahku tertutup kautak boleh masuk
Meski kau dan aku tengah merindu

Kulantunkan syair ini bagimu
Wahai sang pejuang cinta
Kau buatku terpesona padamu
Sejak kali pertama kita berjumpa

Tak lama kita merajut cinta
Haruslah kita jarang bersama
Ada parasit meraja lela
Mau melenyapkan cinta kita

Bermodalkan cinta yang menggebu
Kau berusaha meraihku
Dengan tulus kau nyatakan cinta
Memoles senyum dibalik tangisku

Duhai akar rumput katedral
Corona murung lantaran kesal
Tuhan pun tersenyum memandang kita
Memadu cinta ditengah corona

Jumat-Sabtu, tanggal 25-26 Oktober 2019, Keluarga Siswa Katolik (KSK) St. Thomas Aquino Sibolga mengadakan kegiatan retret bersama yang bertempat di (Rumah Pembinaan Iman) PBI St. Antonius Mela-Sibolga. Kegiatan retret ini diikuti oleh 50 orang siswa-siswi KSK SMAN 1 Sibolga dengan guru pendamping Lukas Ismanto Manalu S.Ag, dan Sarmiani Damanik S.Pd. Kegiatan retret ini diangkat dengan tema “WHO AM I?”.

Kegiatan dibuka pada Jumat sore pukul 16.00 WIB oleh Diakon Antonius Sihotang OFMCap bersama Frater Pius Silaban OFMCap yang diawali dengan penjelasan akan tujuan dari kegiatan retret ini. Kemudian kegiatan ini dilanjutkan dengan pembagian kamar, pembagian kelompok, dan mamiri (makan minum ringan).

Setelah itu, dilanjutkan dengan pemberian materi sesi 1 yang dibawakan oleh Diakon Antonius Sihotang OFMCap dengan tema “WHO AM I?”. Diakon Anton mengajak seluruh KSK untuk lebih mengenali diri lebih dalam, memahami dan mengembangkan talenta yang telah diberikan Tuhan. Mengenal jati diri sendiri akan menjadikan kita lebih tahu diri. Berakhir sesi 1, kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemberian materi sesi 2 mengenai virus-virus dalam diri yang masih dibawakan oleh Diakon Antonius Sihotang OFMCap. Sekitar pukul 21.30 WIB, KSK berdoa bersama di Kapel. Satu-persatu KSK berdoa di depan Sakramen Mahakudus dalam keheningan dan ketenangan. Pada pukul 22.30 WIB, KSK menuju ke kamar masing-masing untuk beristirahat.

Sabtu, pukul 5 pagi kegiatan retret diawali dengan meditasi di depan Gua Maria. KSK siap memulai semangat baru di pagi hari ditambah dengan pesona keindahan alam ciptaan Tuhan. Pada pukul 06.00 WIB, semua KSK menuju Kapel untuk Perayaan Ekaristi Kudus yang dipersembahkan oleh Pastor Michael Angelus Aritonang OFMCap bersama Diakon Antonius Sihotang OFMCap. Dalam misa, Pastor Michael berpesan “Jadilah berkat bagi orang lain, jadilah pohon yang berbuah dan jangan menjadi parasit seperti benalu di dahan pohon”. Setelah itu, KSK dibekali dengan kegiatan outbond hingga mandi laut di pantai Kuta.

Kegiatan retret berakhir dengan makan siang bersama dan foto bersama. Dalam setiap kegiatan selalu diawali dan diakhiri dengan doa. Diharapkan melalui kegiatan retret ini, KSK dapat menemukan jati diri, mengenali diri dan menjadi berkat bagi semua orang. [Destriwati Limbong]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget